Perusahaan Besar dalam Pusaran Suap Panitera PN

c2

 

Agen Bola , Dunia Terkini , Nasional – Praktik dugaan suap yang menjerat Panitera/Sekertaris Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Edy Nasution sepertinya bukan kasus biasa. Pasalnya, muncul nama-nama perusahaan besar dalam kasus suap yang disinyalir terkait pendaftaran peninjauan kembali (PK) atas suatu perkara.

Perusahaan pertama yang disebut-sebut terlibat dalam suap ini, yakni PT Paramount Enterprise International. Kantor perusahaan yang dipimpin Ervan Adi Nugroho itu langsung digeledah Tim Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) usai menangkap tangan Edy usai menerima uang dari Doddy Arianto Supeno, selaku pihak swasta.

Bahkan, Ketua KPK Agus Rahardjo sudah mengatakan bahwa PT Paramount Enterprise sebagai pemberi suap. Sayangnya Agus tak merinci terkait kasus apa yang akan disidangkan PN Jakarta Pusat terkait perusahaan properti itu.

“Pemberi (suap dalam OTT Panitera PN Jakpus),” kata Agus.

Sementara itu, dari informasi yang dihimpun, perusahaan lain yang muncul dipusaran suap ke pejabat di lembaga peradilan ini adalah Lippo Group. Pasalnya anak perusahaan milik James Riyady yakni PT Direct Vision dan First Media terlibat sengketa dengan Astro, holding perusahaan media asal Malaysia.

Dalam hal ini, pihak Lippo Group lewat anak usahanya itu menggugat Astro terkait perkara hak siar. Peninjauan Kembali (PK) diajukan lantaran Astro memenangkan perkara perdata di pengadilan arbitrase Singapura maupun di Mahkamah Agung (MA). Lippo dinyatakan harus membayar USD230 juta dan Rp6 miliar kepada Astro.

Usut punya usut, Paramount Enterprise memiliki keterkaitan tak langsung dengan Lippo Group. Hal itu dapat ditelisik lewat pemilik Paramount, Elizabeth Sindoro. Dia merupakan kakak dari Eddy Sindoro. Eddy sendiri pernah menempati posisi direksi dan komisaris di sejumlah perusahaan yang berada dalam grup Lippo.

Share This:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *