Ini Yang Di Katakan Pemanjat Tebing Indonesia Saat Sudah Sampai Di puncak

c5

Agen Bola , Dunia Terkini , Serba Serbi – MencapaiI puncak, baik itu gunung maupun tebing menghadirkan perasaan puas. Perasaan ini dirasakan Aprian dan Yono.

Kedua atlet pemanjat tebing tersebut menuturkan selalu merasakan kepuasan batin saat tiba di puncak tebing.

Aprian sendiri telah memanjat beberapa tebing tinggi di Indonesia termasuk tebing Gunung Sarira di Sulawesi Selatan, Dragon Horn di Tiomand Island, Malaysia, serta lebih dari 20 kali memanjat tebing Gunung Parang di Purwakarta dengan ketinggian tebing mencapai 450 meter.

“Rasanya puas dan bersyukur. Ketika kita manjat ya berbeda dengan kompetisi. Kita datang bertiga ya di tebing cuma ada kita bertiga. Sisi religinya lebih banyak, jadi ingat Tuhan,” jelas Aprian saat ditemui di Tebing Parang, Purwakarta, Jawa Barat.

Sedangkan menurut Yono, mencapai puncak adalah mimpi yang terbayar dari sebuah perjalanan. Karena harus dengan usaha susah payah, dirinya bisa mencapai puncak.

Alumni Universitas Trisakti ini pernah memanjat di Puncak Carstensz pada 2014 dan lebih dari tujuh kali memanjat Tebing Parang.

Meski diliputi rasa kepuasan setiap kali tiba di puncak, para pemanjat tebing biasanya tidak akan berlama-lama berada di puncak.

Berbeda dengan puncak gunung yang lebih nyaman untuk beristirahat, puncak tebing bisa lebih berbahaya.

“Sebisa mungkin kita melakukan dengan cepat. Kalau di puncak mungkin hanya setengah jam, satu jam sudah kelamaan bangrt. Karena biasanya di puncak enggak bagus tempatnya. Jadi lebih baik kita cepat-cepat turun,” tutup Aprian.

Share This:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *