Ahok Mengatakan Dirinya Hampir Memecat Walkot Karena Dinilai Lamban

gem

DuniaTerkini , Nasional – Qlue, aplikasi aduan warga soal masalah perkotaan, menjadi penampung aspirasi perbaikan Jakarta. Genangan, jalan rusak, hingga kondisi sarana dan prasarana kota bisa dipantau lewat aplikasi hasil kerja Pemprov DKI Jakarta ini.

Saking pentingnya Qlue, Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) hampir memecat Wali Kota Jakarta Pusat Mangara Pardede gara-gara tak cepat merespon aduan lewat aplikasi tersebut.

“Sudah saya ancam dua hingga tiga kali, mau dipecat ini Wali Kota? Tapi akhirnya Jakarta Pusat genangannya hampir enggak ada sekarang. Karena dia (Mangara) kerja keras,” kata Ahok dalam sambutan peresmian Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Pulo Gundul, Jakarta Pusat, Kamis (17/3/2016).

Penanganan aduan di Qlue ini bisa dilakukan juga berkat petugas Pemeliharaan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) yang dikenal juga sebagai ‘pasukan oranye’. Ahok berterimakasih kepada mereka.

“PPSU juga kita terima kasih banyak. Dan enggak usah kasih-kasih duit (yang ilegal) ke PPSU ya, mereka juga takut dipecat,” kata Ahok.

Perangkat daerah harus memanfaatkan betul Qlue ini. Bila tidak, Ahok tak segan-segan memangkas habis PNS yang tak menindaklanjuti keluhan warga.

“Misalnya ada satu kelurahan enggak becus, saya sudah bilang ke Pak Wali Kota, saya akan pecat dari lurah, bendahara, sekretaris, kasie, cuci gudang semua ganti habis,” ujarnya.

Lagipula, kata Ahok, stok PNS untuk mengganti mereka yang malas juga banyak. Dia mengibaratkan seperti pertandingan sepak bola, pemain yang ada di lapangan bisa setiap saat diganti pemain cadangan.

Maka Ahok mengimbau warganya agar giat memberikan laporan permasalahan kota lewat Qlue. Di aplikasi itu ada indikator merah, kuning, dan hijau. Merah adalah tanda laporan belum ditindak lanjuti, kuning berarti laporan dalam proses penanganan, hijau adalah tanda laporan yang baru muncul.

“Bantu kami, bapak ibu, lapor ke Qlue. Kalau melapor di Qlue kecatat, bila SMS kelewat, nanti keluar di peta ‘merah kuning hijau’,” tutur Ahok.

“Tinggal buka ponsel atau komputer. Kalau banyak merah wilayah mana, misal Jakarta Pusat. Saya langsung WhatsApp Wali Kota, sudah bosan jadi Wali Kota ya? Pasti gitu saya tanya. Tuh camat, lurah lu (Anda) urusin. Langsung cepat-cepat menghadap, ‘Enggak Pak, itu salah paham Pak, pasti cepat Pak’,” tutur Ahok.

Share This:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *