Ahok Enggan Membiayai Parpol Yang Mau Mendukungnya

Agen Judi Bola Indonesia

images

DuniaTerkini , Nasional – Basuki Tjahaja Purnama yang berniat maju pemilihan gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta melalui jalur independen menolak untuk membiayai ‘mesin’ partai politik yang mendukung dia. Politisi yang akrab disapa Ahok itu juga tak mau membiayai para relawan yang menggalang dukungan kartu tanda penduduk meskipun pundi-pundinya cukup lumayan.

Lalu berapa sebenarnya harta kekayaan Ahok?

Soal besarnya harta kekayaan Ahok bisa diakses di situs acch.kpk.go.id. Politisi asal Belitung Timur itu tercatat paling rajin melaporkan harta kekayaanya. Paling tidak sudah enam kali dia melaporkan harta kekayaanya. Pertama pada 10 April 2005 saat mulai menjabat Bupati Belitung Timur.

Pada 11 Desember 2006 ketika tak lagi menjadi bupati dia kembali melaporkan hartanya ke LHKPN. Ahok juga kembali melaporkan hartanya pada 30 November 2007 sebagai mantan bupati. Ketika terpilih sebagai anggota DPR RI, pada 30 November 2009 Ahok kembali memperperbarui laporan hartanya.

Saat terpilih menjadi Wakil Gubernur DKI, pada 22 Maret 2012 Ahok kembali melaporkan hartanya. Terakhir pada 21 November 2014 atau satu bulan setelah menggantikan Joko Widodo (Jokowi) sebagai Gubernur Jakarta, Ahok melaporkan kembali harta kekayaanya ke KPK.

Total harta kekayaan Ahok pada 2012 atau sebelum menjadi gubernur tercatat Rp 12.458.296.063 dan USD 5.030. Setelah menjadi gubernur Jakarta pada 2014, hartanya naik menjadi Rp 21.302.079.561 dan 3.749 dollar AS. Harta kekayaan Ahok mengalami kenaikan sekitar Rp 8 miliar dalam kurun waktu 2012 sampai 2014.

Pundi-pundi kekayaan Ahok terdiri dari harta tidak bergerak berupa tanah dan bangunan 13 petak senilai Rp 15.050.480.000. Tanah dan bangunan tersebar di Belitung Timur dan Jakarta Utara.

Ada juga logam mulia senilai Rp 650 juta, surat berharga dari investasi sebesar Rp 2,595 miliar serta giro dan setara kas lainnya yang tercantum sebesar Rp 2.939.592.240.

Sejumlah harta kekayaan Ahok mengalami kenaikan ketika dia menjadi gubernur. Misalnya harta berupa giro dan setara kas mengalami kenaikan yang cukup tinggi, yakni dari Rp 163.211.742 di tahun 2012 menjadi Rp Rp 2.939.592.240 pada 2014.

Di talkshow MataNajwa yang ditayangkan MetroTV pada Rabu (16/3/2016) malam, Ahok blak-blakan soal harta kekayaannya. Dia mengaku sejumlah hartanya terutama yang berupa tanah mengalami kenaikan nilai jual. Misalnya sejumlah tanah di Pluit Jakarta Utara yang dia beli dengan harga Rp 4,5 juta per meter kini NJOP-nya naik hampir 4 kali lipatnya.

Sementara untuk harta berupa giro dan setara kas dia dapat saat menjadi wakil gubernur yang berasal dari ‘bonus’ atas kinerja Pemprov DKI Jakarta yang menarik pajak bumi dan bangunan (PBB).

“Dulu PBB ditagih oleh kami atas perintah Menteri Keuangan, sehingga Menkeu memberi kami 10 kali gaji. Lalu (DJP) Dirjen Pajak DKI memberi kami 10 kali gaji. Setiap bulan kami mendapat hampir Rp 150 juta yang dibayarkan setiap tiga bulan sekali,” kata Ahok.

Ahok memastikan bahwa dia hanya mendapatkan penghasilan dari gaji sebagai gubernur DKI Jakarta. Dia dan istri sudah tak lagi mengelola bisnis.

Terkait sikapnya yang tak mau membiayai relawan pengumpul dukungan fotokopi KTP dan parpol pendukung, Ahok beralasan karena dia sudah bekerja keras untuk Jakarta. “Lho saya kan sudah bekerja keras mengeluarkan tenaga pikiran, ngapain saya bayar lagi. Nggak mau saya (keluar biaya),” kata Ahok disambut tawa penonton MajaNajwa di studio MetroTV.

Share This:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Agen Bola Agen Bola Terpercaya Agen Sbobet Indonesia Bandar Bola Bandar Judi Judi Online Judi Poker Judi Bola Judi Casino Casino Online Indonesia